Pesona Wisata Bukit di Gunung Bromo

Gunung Bromo menyimpan secaruk keindahan tersendiri selain negeri diatas awan Bromo, salah satunya bukit atau pun puncak di sekitar kawasannya.

Berikut ini beberapa destinasi wisata bukit di gunung Bromo yang wajib untuk di kunjungi.

1. Bukit Penanjakan

Bukit Penanjakan ataupun Puncak Penanjakan Bromo ialah spot paling tinggi buat melihat matahari terbit ke arah Lautan Pasir Bromo ataupun Kaldera Tengger. Di titik itu, turis pula bisa melihat keanggunan Gunung Bromo, Gunung Semeru, serta Gunung Batok.

Tidak heran bila bukit di Gunung Bromo puncak Penanjakan masuk prioritas paling atas yang mau didatangi turis. Mereka yang mau tiba ke mari wajib menggunakan pakaian hangat sebab anginnya lumayan kencang serta dingin.

Bila tidak bawa pakaian hangat ataupun masih merasa kedinginan, turis bisa membeli peralatan penghangat badan, semacam jaket, syal, kupluk, serta sarung tangan. Bukit Penanjakan mempunyai sarana yang lengkap, di antara lain musala, wc, serta warung.

2. Sabana Teletubbies

Padang rumput savana Bromo masih terletak di daerah Kabupaten Probolinggo, tetapi lebih dekat dengan daerah Kabupaten Malang. Bukit Sabana Teletubbies Bromo sangat sesuai untuk turis yang menggemari atmosfer tenang serta natural. Letak padang rumput seluas dekat 382 hektare ini agak terpencil serta sepi.

Turis yang tiba dari arah Kota Malang lebih dahulu menjumpai bukit di Gunung Bromo yaitu Teletubbies sehabis melewati Pos Jemplang di Dusun Ngadas, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Lokasinya yang natural serta tenang pula sesuai untuk para juru foto ataupun para wisatawan yang doyan difoto.

3. Bukit Kedaluh

Jumlah wisatawan ke Bukit Kedaluh dibatasi 86 orang per hari sepanjang pandemi Covid- 19. Dalam kurun waktu 4 hari, mulai Jumat hingga Senin, 28- 31 Agustus 2020, telah terdaftar 105 orang yang hendak berkunjung ke Bukit Kedaluh.

Bukit di Gunung Bromo.jpg
Bukit di Gunung Bromo.jpg

Salah satu bukit di Gunung Bromo ini memiliki nama lain, ialah Bukit Kingkong Bromo sebab wujud bukitnya mirip wajah kingkong. Posisi ini berupa tanah luas di atas bukit yang dibatasi pagar beton, terletak dekat 800 m hingga 1 km di dasar Penanjakan.

Jalan sejauh bukit ini ramai dengan antrean jip saat sebelum hingga ke Penanjakan. Di posisi ini ada papan data yang menarangkan kata kedaluh dalam bahasa Sansekerta berarti pengharapan kesuburan abadi daerah Tengger.

Bukit Kingkong menjadi alternatif bukit di Gunung Bromo untuk turis bila Penanjakan lagi padat. Wisatawan wajib menanjak dekat 100- 200 m buat menjangkau Bukit Kingkong serta memandang matahari terbit dan panorama alam lingkungan Gunung Bromo.

4. Bukit Cinta

Papan data yang dipasang Balai Besar Halaman Nasional Bromo Tengger Semeru ataupun TNBTS sejatinya menyebut posisi ini dengan nama Lemah Pasar serta nama aslinya Pasar Agung. Sejatinya ini merupakan tempat penyelenggaraan upacara adat.

Spot di ketinggian 2. 680 m di atas permukaan laut( mdpl) serta bisa dicapai dari daerah Kabupaten Pasuruan itu saat ini lebih terkenal dengan istilah Bukit Cinta Bromo. Sebab bukit di Gunung Bromo ini terdapat tembok besar bertuliskan Love Hill Bromo Tengger bagaikan indikator posisi sekalian tempat difoto.

Turis bisa memandang Kaldera Tengger dengan jejeran Gunung Bromo, Gunung Sofa, Gunung Widodaren, Watangan, dan keagungan Gunung Semeru yang ialah gunung paling tinggi di Pulau Jawa.

Sepanjang menyesuaikan diri kerutinan baru di masa pandemi Covid- 19 ini, jumlah penunjung Bukit Cinta dipatok 28 orang per hari. Ada pula turis yang telah mendaftar buat tiba ke Bukit Cinta sejauh 28- 31 Agustus 2020 sebanyak 65 orang.

5. Bukit Mentigen

Inilah posisi bukit di Gunung Bromo yang sangat mudah dicapai sebab terletak di Dusun Cemoro Lawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Cemoro Lawang ialah pintu masuk utama kawasan Bromo dari arah Probolinggo. Di mari pula keberadaan Kantor Seksi Pengelolaan Halaman Nasional Daerah I Balai Besar TNBTS.

Terletak di sisi timur laut Gurung Bromo, turis bisa memandangi duet Gunung Bromo dengan kawahnya yang berasap serta goresan Gunung Batok dari Mentigen. Lokasinya masih natural, cuma berbentuk jalur setapak di punggung Bukit Metigen serta sangat Instagramable.

Kunjungan ke Bukit Mentigen dibatasi untuk 100 orang per hari. Sebanyak 48 orang sudah mendaftar buat tiba pada 28- 31 Agustus 2020.

Leave a Reply